7 Langkah Bebas Hutang
|
JAWABAN.com - Anda terkenal ‘tukang ngutang'? Atau diam-diam anda punya hutang di sana sini? Belum terlambat! Segera ikuti 7 langkah bebas hutang berikut ini:
1. Rencana tertulis Rencana tertulis merupakan hal yang paling penting. Tulislah semua pengeluaran anda berdasarkan skala kepentingan dan tulislah dengan detail, jangan secara umum. Skala kepentingan sangat membantu untuk memisahkan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan berbicara tentang hal-hal yang harus anda miliki dalam usaha melanjutkan hidup. Contohnya makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Keinginan mulai berbicara tentang kualitas barang yang anda miliki. Mobil baru, baju baru, sofa baru, handphone baru dan lain-lain. Ada lagi yang lebih dari keinginan, yaitu hasrat. Hal ini berbicara tentang memiliki barang-barang yang hanya bisa dibeli jika memiliki cadangan uang yang berlebihan. Contohnya berlian, paket berlibur ke Eropa, dan semacamnya. Tulislah semuanya tanpa ada yang terlewati.
2. Mencukupkan diri Anda yang sudah berhutang harus berlajar untuk mencukupkan diri dalam segala keadaan. Pikirkan hal-hal yang benar-benar perlu saja. Lakukan semua yang sekiranya dapat dikerjakan sendiri tanpa keluar biaya. Jangan terbiasa dengan pembantu di rumah jika anda masih sanggup memasak, mencuci, menyetrika dan menyapu sendiri. Lakukan dengan senang hati.
3. Berpikir dulu sebelum membeli Dililit atau tidak dililit oleh hutang, setiap orang harus berpikir sebelum membeli. Masukkan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini didalam pikiran anda: - Dimana letak barang ini dalam skala kepentingan?
- Apakah barang ini harus dibeli sekarang atau dapat ditunda?
- Apakah nilai barang ini dapat berkurang di kemudian hari?
- Apakah perawatan barang ini membutuhkan biaya lagi?
- Apakah barang kebutuhan anda ini merupakan kebiasaan buruk yang sebaiknya dihentikan saja?
4. Bayar Cash Berhentilah belanja menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Penggunaan kartu-kartu ini akan membuat anda jauh lebih boros. Bawalah uang secukupnya jika anda pergi berbelanja, sesuai dengan catatan perkiraan harga yang sudah anda buat sebelumnya. Banyak sekali kasus hutang yang disebabkan oleh kartu kredit. Jika ini masalah anda, berhentilah sekarang juga jika tidak ingin terperosok semakin dalam.
5. Ubah aset menjadi modal Jika anda memiliki asset nganggur yang dapat diubah menjadi alat untuk membayar hutang, segera lakukan. Cara ini efektif untuk dapat secepatnya melunasi hutang-hutang anda. Setelah itu, mulailah ‘hidup baru' dengan prinsip keuangan yang benar.
6. Mulailah dengan apa yang ada Prinsip ini dianjurkan bagi mereka yang hendak memulai usaha dan berpikir untuk meminjam uang di bank. Selagi mungkin anda tidak meminjam, hindarilah hal tersebut. Jangan berspekulasi dengan hanya memiliki 10% modal usaha dan meminjam 90%nya. Hal ini hanya akan membuka jalan lebar menuju hutang yang berkepanjangan.
7. Menabung Menabung bukan hanya kebiasaan yang dipaksakan pada anak kecil saja, tetapi harus menjadi kesadaran setiap orang, termasuk mereka yang sedang memiliki banyak hutang. Walaupun hanya Rp.10.000 setiap minggunya atau lebih kecil, tetap lakukan. Sebagian besar orang yang hidup diatas garis kemiskinan punya kebiasaan menabung. Banyak yang gagal menabung karena kecilnya jumlah yang bisa mereka tabung. Padahal jika terus dilakukan, sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit.
|
From :
www.jawaban.com
Mengatasi Pencobaan Dengan Bijaksana
I Korintus 10:12-13
Sebagai orang percaya, kita kadang mendengar informasi yang keliru tentang pencobaan. Sebagai contoh, banyak orang percaya bahwa merasa tergoda adalah berdosa, padahal Yesus dicobai Iblis di padang gurun (Matius 4:1). Jika Tuhan tetap melakukan hal yang benar setelah digoda melakukan hal yang salah, maka pencobaan itu bukanlah dosa. Kita harus berjaga-jaga melawan pikiran-pikiran salah yang dapat mengganggu kemampuan untuk tetap kuat.Kebenaran tentang pencobaan adalah bahwa pencobaan merupakan suatu bujukan untuk mengambil keinginan-keinginan yang diberikan oleh Tuhan melebihi batasan-batasan yang diberikan-Nya. Kita merasakan tarikan dari dalam diri yang berdosa, untuk berbuat dan memikirkan hal-hal tak bermoral. Kita tidak akan pernah terlalu dewasa atau terlalu rohani sehingga dapat mengendurkan kewaspadaan. Iblis akan selalu mencoba menggunakan kelemahan dan ego kita.Pencobaan didasarkan pada fantasi, yaitu kemampuan untuk menikmati sesuatu yang ingin dimiliki atau lakukan, tanpa melakukan tindakan nyata. Kita berkata pada diri sendiri bahwa tidak apa hanya berpikir selama tidak bertindak. Namun kala kita membiarkan diri terhanyut dalam pikiran menggoda tersebut, maka pikiran akan terhubung dengan emosi dan menghasilkan suatu keinginan. Keinginan bertumbuh sampai pada keputusan untuk melakukan sesuatu. Pencobaan dimulai dari hal kecil dengan dalih "sekali tidak akan menyakiti": Sekali minum. Sekali bohong. Sekali ciuman. Masalahnya, sekali kita menyerah, dosa akan semakin besar dan menuntut sampai menjadi gaya hidup.